Pakan Terus Naik, Harga Telur Jalan di Tempat, Harga Ayam Anjlok: Peternak Desak Pemerintah Segera Bertindak

Kondisi peternak unggas saat ini semakin mengkhawatirkan. Dalam beberapa pekan terakhir, harga pakan ternak terus mengalami kenaikan hampir setiap minggu. Di sisi lain, harga telur di tingkat peternak tidak mengalami kenaikan yang signifikan, bahkan harga ayam hidup justru terus mengalami penurunan.

Situasi tersebut menyebabkan biaya produksi semakin membengkak, sementara pendapatan peternak terus tertekan. Pakan yang menjadi komponen terbesar dalam biaya produksi kini semakin mahal, namun hasil yang diperoleh peternak tidak mampu menutupi kenaikan biaya tersebut. Akibatnya, banyak peternak yang harus bertahan dengan keuntungan yang sangat minim, bahkan mulai mengalami kerugian.

Apabila kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin banyak peternak, khususnya peternak rakyat skala kecil dan menengah, akan mengurangi populasi ternaknya hingga menutup usahanya. Dampak yang lebih besar adalah terganggunya ketahanan pangan daerah serta menurunnya ketersediaan protein hewani bagi masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, para peternak mendesak Pemerintah Provinsi melalui Dinas Peternakan agar tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan sektor peternakan unggas. Pemerintah diminta hadir dengan kebijakan yang mampu mengendalikan harga pakan, memperkuat pengawasan rantai distribusi bahan baku pakan, memperbaiki tata niaga unggas, serta menciptakan mekanisme yang dapat menjaga keseimbangan antara biaya produksi dengan harga jual telur dan ayam hidup di tingkat peternak.

Selain itu, Dinas Peternakan diharapkan segera membangun komunikasi intensif dengan pemerintah pusat, pelaku industri pakan, perusahaan integrator, serta organisasi peternak guna merumuskan solusi jangka pendek maupun jangka panjang. Langkah tersebut penting agar gejolak harga tidak terus-menerus dibebankan kepada peternak rakyat yang memiliki keterbatasan modal.

Para peternak juga meminta Dinas Peternakan lebih aktif turun ke lapangan untuk mendengar langsung keluhan peternak, melakukan pemetaan terhadap kondisi riil di daerah, serta menyusun rekomendasi kebijakan yang benar-benar berpihak pada keberlangsungan usaha peternakan rakyat.

Peternak berharap pemerintah tidak menunggu hingga semakin banyak usaha peternakan gulung tikar. Keberpihakan terhadap peternak harus diwujudkan melalui tindakan nyata, karena sektor peternakan merupakan salah satu penopang ketahanan pangan daerah. Menyelamatkan peternak hari ini berarti menjaga keberlanjutan pasokan pangan dan melindungi kepentingan masyarakat di masa depan.